Hijaunya Campuhan Ridge Walk

Walaupun bukan petani, don't know why, gue suka bangeeeeet sama yang namanya sawah. That's why, kalo mudik ke rumah siMbah di cilacap pasti girang bukan kepalang kalo bisa naik kereta pagi. Cos it means lots of green ricefield will accompany along the way.

Sawah di bukit nan hijau sudah pasti surga buat gw. Rumah siMbah di pinggiran desa, berbatasan langsung dengan pesawahan dan sungai serta irigasi. Stuffs that pump the urge to walk around every morning.

Well, walaupun tanpa terasering nan eksotis pesawahan ubud, jajaran pohon kelapa di kejauhan cukup membuat hati bahagia. Eits, siapa bilang bahagia itu rumit?

Once upon a time, bahagia itu datang dengan cara yang tidak sederhana. Karena harus dicapai dengan menjemur badan berkendara bermodal SIM C di pulau lain bernama Bali.

Walau panas bukan kepalang, sepanjang perjalanan sebenarnya adalah potongan surga buat gue. Pesawahan ubud, artshop penuh ukiran, pahatan, patung, pura di kanan kiri, pun aroma jalanan amat sangat berbeda dengan debu dan angin kalimalang yang riuh akibat dikebutnya pembangunan becakayu yang telah lama terbengkalai. I wish there is a real heaven up there. Heaven that will place Ubud landscape in a greater scale.

So this is it. Campuhan Ridge Walk. After up and down the stairs of the temple and a long way journey to go. I found another greeny place to bring out another happiness in me.

GOD is so good. For another green place available for us to see.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari Gini Baru ke IKEA?

Manis Pahitnya Hidup